SEMARANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar Gabungan (DIKLATSARGAB) 70 Jam tahun 2026. Kegiatan kolaboratif yang melibatkan delapan unit Korps Sukarela (KSR) PMI Perguruan Tinggi se-Kota Semarang ini resmi ditutup pada Sabtu (28/02/2026) setelah melalui seluruh rangkaian kurikulum pendidikan intensif.
Mengangkat tema “Spirit of Humanity: Membangun Jiwa Relawan Yang Berdedikasi Dan Pantang Menyerah”, agenda ini diikuti oleh delegasi dari berbagai institusi pendidikan tinggi, di antaranya:
-
Politeknik Bina Trada Semarang
-
Universitas Semarang (USM)
-
Universitas Sultan Agung Semarang (Unissula)
-
Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas)
-
Universitas Ivet Semarang
-
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)
-
Soegijapranata Catholic University (SCU)
-
Universitas BPD Jateng
Rangkaian kegiatan dibuka pada Senin (16/02/2026). Selama hampir dua pekan, para Calon Anggota (CATA) dibekali dengan penguatan materi teknis kepalangmerahan dan praktik lapangan secara mendalam. Pelatihan ini dirancang untuk membentuk personel yang tangguh serta memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam memberikan respons cepat dan tepat pada situasi darurat.
Seluruh proses transfer ilmu dan keahlian didampingi langsung oleh tim pemateri dan fasilitator kompeten dari PMI Kota Semarang dan PMI Provinsi Jawa Tengah. Sebagai tahap akhir evaluasi, para peserta diuji melalui sesi micro teaching pada 28 Februari 2026 untuk memastikan pemahaman teori dan praktik telah terserap secara optimal.
Selain aspek kompetensi teknis, pelaksanaan DIKLATSARGAB ini bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa dan mempererat sinergi antarunit KSR PMI di lingkungan perguruan tinggi. Melalui semangat kemanusiaan yang terintegrasi, diharapkan koordinasi aksi relawan di wilayah Kota Semarang semakin solid dan profesional.
Berakhirnya masa pendidikan 70 jam ini menjadi titik awal bagi para relawan baru untuk mengimplementasikan dedikasi mereka dalam berbagai misi kemanusiaan. PMI Kota Semarang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas relawan demi pelayanan masyarakat yang lebih baik.
