SEMARANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3.086.766.402 melalui Bulan Kemanusiaan Tahun 2026. Capaian ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong masyarakat dalam mendukung berbagai pelayanan kemanusiaan di Kota Semarang.
Ketua Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang, Dr. Andhie Fajar Arianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perolehan tahun ini secara nominal melampaui target. Namun, keberhasilan Bulan Kemanusiaan tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang terkumpul, melainkan dari tumbuhnya kepedulian dan partisipasi masyarakat.

“Alhamdulillah, perolehan Bulan Kemanusiaan tahun ini dapat melampaui target. Namun dalam kegiatan sosial, yang terpenting adalah bagaimana kepedulian dan semangat kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya dalam Penutupan Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang Tahun 2026 di Wisma Perdamaian, Sabtu (19/9/2026).
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Semarang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, kecamatan, kelurahan, dunia usaha, media, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi.
Dari hasil yang dihimpun, sebesar Rp308 juta atau 10 persen diserahkan kepada PMI Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, setiap kecamatan memperoleh alokasi sebesar 80 persen dari hasil penggalangan di wilayah masing-masing untuk mendukung kegiatan kemanusiaan sesuai kebutuhan.

Amanah Masyarakat, Kembali untuk Masyarakat
Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS), menegaskan bahwa dana Bulan Kemanusiaan merupakan amanah masyarakat yang akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program dan pelayanan kemanusiaan.
Pemanfaatannya mencakup penanganan berbagai kondisi kedaruratan seperti banjir, kebakaran, kekeringan, serta kegiatan sosial lainnya. Selain respons kedaruratan, PMI Kota Semarang juga memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi bencana.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas relawan serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat, salah satunya melalui Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di wilayah rawan bencana.
“Bencana harus kita antisipasi melalui pembinaan relawan dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko di wilayah masing-masing. Dengan masyarakat yang semakin siap, dampak dan penderitaan akibat bencana dapat kita kurangi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Muhammad Abdul Hakam, mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi pelaksanaan Bulan Kemanusiaan serta tingginya partisipasi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
PMI Kota Semarang menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah berkontribusi dalam Bulan Kemanusiaan Tahun 2026.
Setiap donasi adalah amanah. Setiap kepedulian menjadi kekuatan untuk membantu sesama. Bersama masyarakat, PMI Kota Semarang terus hadir untuk kemanusiaan.
