Menu Tutup

Humanity for Elderly & People with Disabilities: Program Utama PMI Kota Semarang Tahun 2026

Humanity for Elderly and People with Disabilities

Semarang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai kemanusiaan melalui pengarusutamaan tema Humanity for Elderly & People with Disabilities pada program kerja tahun 2026. Fokus ini diarahkan untuk memastikan kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas memperoleh akses layanan kesehatan yang setara, bermartabat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja PMI Kota Semarang yang diselenggarakan pada Rabu, 4 Desember 2026, sekaligus menjadi momentum penyusunan rencana program serta anggaran pendapatan dan belanja organisasi sepanjang tahun 2026.

Ketua PMI Kota Semarang, dr. Awal Prasetyo, menyampaikan bahwa lansia dan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang memiliki kerentanan tinggi terhadap keterbatasan layanan kesehatan dan kualitas hidup. Oleh karena itu, pendekatan kemanusiaan yang inklusif menjadi landasan utama PMI Kota Semarang dalam merancang program.

Menurutnya, prinsip kemanusiaan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan darurat, tetapi juga melalui upaya sistematis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang setara dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa diskriminasi usia maupun kondisi fisik.

Sejalan dengan tema Humanity for Elderly & People with Disabilities, PMI Kota Semarang mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis kebutuhan khusus, peningkatan literasi kesehatan keluarga, serta dukungan psikososial bagi lansia dan penyandang disabilitas agar tetap berdaya dan mandiri dalam kehidupan sosial.

Di sisi lain, PMI Kota Semarang juga merespons tantangan pengelolaan darah seiring tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah. Inovasi pun dikembangkan melalui pemanfaatan komponen darah yang tidak terpakai menjadi layanan kesehatan bernilai tambah.

Salah satu terobosan tersebut adalah pengembangan layanan Platelet-Rich Plasma (PRP), yang memanfaatkan plasma atau trombosit kaya faktor pertumbuhan untuk membantu proses regenerasi sel tubuh. Layanan ini memiliki potensi manfaat dalam perbaikan sel kulit, metabolisme, fungsi organ, hingga penanganan gangguan sendi seperti osteoarthritis, yang banyak dialami oleh kelompok lansia.

Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama PMI Jawa Tengah, Prof. FX Sugiyanto, menilai PMI Kota Semarang layak menjadi contoh pengelolaan organisasi PMI di tingkat daerah. Kemandirian organisasi, inovasi layanan, serta capaian Bulan Dana yang konsisten menjadi indikator kuat keberlanjutan gerakan kemanusiaan di Kota Semarang.

Ia berharap PMI Kota Semarang dapat berbagi praktik baik dan gagasan kreatif dalam Musyawarah Kerja PMI Provinsi Jawa Tengah, sehingga semangat Humanity for Elderly & People with Disabilities dapat direplikasi oleh PMI kabupaten/kota lainnya.

Melalui penguatan program kemanusiaan, inovasi layanan kesehatan, dan pendekatan inklusif, PMI Kota Semarang optimistis dapat terus memperluas dampak kemanusiaan. Tema Humanity for Elderly & People with Disabilities diharapkan menjadi fondasi dalam membangun layanan kesehatan yang adil, setara, dan berorientasi pada martabat manusia.

Baca Juga: Humanity for Healthier Lifestyle, Program Utama PMI Kota Semarang Tahun 2025