SEMARANG (03/08/2026) — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang merespons dampak musim kemarau yang melanda wilayah Kota Semarang. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik.
Langkah tanggap darurat ini diambil setelah PMI Kota Semarang menerima laporan dan permohonan bantuan dari tokoh masyarakat setempat, Bapak Sunoto, terkait krisis air bersih yang semakin meluas di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan Posko Penanggulangan Bencana PMI Kota Semarang, krisis air bersih melanda sedikitnya 3 RW dari total 7 RW di Kelurahan Jabungan, Banyumanik. Kondisi ini berdampak langsung pada sekitar 1.000 jiwa yang kesulitan memenuhi kebutuhan air harian untuk memasak, minum, dan bersuci.
Warga setempat mengungkapkan bahwa krisis air untuk kebutuhan minum sudah dirasakan sejak dua pekan terakhir akibat menyusutnya debit air dari mata air sumber. Istikhoroh (34), warga RT 02 RW 03 Jabungan, menjelaskan bahwa fasilitas Pamsimas yang ada hanya bisa digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci karena tingginya kandungan zat besi.
“Kalau untuk sehari-hari seperti mandi dan mencuci, kami menggunakan Pamsimas. Masalahnya air Pamsimas mengandung zat besi sehingga tidak bisa digunakan untuk konsumsi (minum dan memasak). Untuk air minum, kami sepenuhnya mengandalkan air dari sumber yang saat ini mulai kering,” tutur Istikhoroh, warga RT 02 RW 03 Jabungan.
Kondisi kontur tanah Jabungan yang tandus dan didominasi batuan padas juga menyulitkan warga untuk membuat sumur artesis maupun sumur gali baru.
Posko PMI Kota Semarang langsung menerjunkan 1 unit armada truk tangki air berkapasitas 5.000 liter beserta personel penanggulangan bencana ke lokasi terdampak pada pukul 10.00 WIB. Bantuan ini diperkirakan dapat menopang kebutuhan konsumsi harian warga selama kurang lebih empat hari ke depan.
Penyaluran bantuan air bersih dipusatkan di Masjid Al Hidayah, RT 02 RW 03 Kelurahan Jabungan. Pemilihan titik ini dilakukan agar jangkauan distribusi lebih merata dan mudah diakses oleh warga sekitar.
Giat penanganan bencana ini melibatkan sinergi erat lintas sektor, antara antara lain:
- PMI Kota Semarang
- Pemerintah Kelurahan Jabungan
- Pemerintah Kecamatan Banyumanik
- Jajaran Polsek Banyumanik

Anak-anak hingga lansia tampak antusias bahu-membahu mengangkut wadah-wadah yang telah terisi penuh kembali ke rumah masing-masing untuk kebutuhan memasak, minum, dan MCK.
Meskipun kekeringan ini tidak menimbulkan kerusakan fisik pada fasilitas umum maupun pemukiman warga, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang harus terus dipenuhi selama musim kemarau. PMI Kota Semarang berkomitmen untuk terus memantau situasi kekeringan di seluruh titik rawan krisis air di Kota Semarang.
Jika wilayah atau lingkungan Anda di Kota Semarang membutuhkan pasokan bantuan air bersih, silakan melapor ke pihak kelurahan setempat atau dapat langsung menghubungi Posko 24 Jam PMI Kota Semarang melalui layanan berikut:
Hotline Service & WhatsApp: 0821-3393-8878
