Menu Tutup

Sinergi Relawan Muda: FORPIS Kota Semarang Inisiasi Program ‘Goes to School’ dan Kolaborasi Lintas Forum.

Caturwulan FORPIS 2026

Semarang (25/04/2026) – Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kota Semarang menunjukkan langkah progresif dalam mengawali periode kerja tahun 2026. Pada Sabtu (25/04/2026), forum yang menaungi relawan remaja ini sukses menyelenggarakan pertemuan perdana pengurus bersama seluruh Ketua PMR se-Kota Semarang. Kegiatan yang dikemas dalam konsep rapat koordinasi Caturwulan ini menjadi momentum krusial bagi penguatan struktur kepemimpinan relawan muda di Ibu Kota Jawa Tengah.

Acara yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini dibuka secara resmi oleh Bapak Ahmad Habib, Kasub SDM & Relawan PMI Kota Semarang. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa relawan muda bukan sekadar pelaksana teknis di lapangan, melainkan calon pemimpin masa depan yang harus memiliki kapasitas manajerial dan visi kemanusiaan yang kuat.

Pertemuan Caturwulan kali ini mencatatkan kehadiran yang signifikan, yakni sebanyak 124 peserta yang merupakan pimpinan dari berbagai unit PMR Madya (setingkat SMP/MTs) dan Wira (setingkat SMA/MA/SMK) di wilayah Kota Semarang. Kehadiran para ketua unit ini mencerminkan soliditas koordinasi antara FORPIS sebagai wadah aspirasi dengan unit-unit PMR sebagai ujung tombak gerakan kemanusiaan di sekolah.

Mengusung semangat “Level Up Leaders & Quality“, pertemuan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah sinkronisasi program kerja agar selaras dengan visi besar PMI Kota Semarang dalam memberikan pelayanan yang profesional dan inklusif.

Dalam diskusi intensif yang melibatkan seluruh elemen pimpinan PMR, FORPIS Kota Semarang berhasil merumuskan tiga agenda strategis utama yang akan menjadi fokus gerakan dalam beberapa bulan ke depan:

  1. Pelaksanaan Pelatihan Gabungan (Latgab) FORPIS: Agenda ini diproyeksikan sebagai sarana standarisasi keterampilan kepalangmerahan. Melalui Latgab, diharapkan seluruh anggota PMR di Kota Semarang memiliki kompetensi teknis yang setara, mulai dari pertolongan pertama hingga manajemen logistik bencana ringan.

  2. Inisiasi Program “FORPIS Goes to School”: Program ini merupakan langkah jemput bola untuk memperkuat kualitas latihan rutin di pangkalan sekolah. FORPIS Goes to School dirancang sebagai wadah motivasi dan apresiasi bagi anggota PMR berprestasi, sekaligus menjadi sarana monitoring untuk memastikan materi kepalangmerahan tersampaikan dengan benar dan menarik.

  3. Kolaborasi Aktif dengan Forum Komunikasi Organisasi (FKO): Menyadari pentingnya jejaring sosial, FORPIS berkomitmen untuk aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan lain di tingkat kota. Sinergi ini bertujuan untuk memperluas dampak kampanye kemanusiaan dan membangun budaya kerelawanan yang lebih luas di kalangan remaja Semarang.

Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk menginternalisasi tema besar organisasi, yakni “Humanity for Elderly and People with Disabilities“. FORPIS mendorong para relawan muda untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian terhadap lansia dan penyandang disabilitas ke dalam program kerja mereka di sekolah masing-masing.

Hal ini sejalan dengan misi Sound for Humanity yang diusung PMI Kota Semarang, di mana setiap suara relawan diharapkan mampu menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap kelompok-kelompok rentan.

Dengan terlaksananya pertemuan Caturwulan perdana ini, koordinasi antarunit PMR di Kota Semarang diharapkan semakin kokoh. Bapak Ahmad Habib dalam penutupan acara menyampaikan harapannya agar hasil dari pertemuan ini segera diimplementasikan secara nyata.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kesiapan relawan muda Kota Semarang untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi (Level Up) dalam pengabdian kemanusiaan.

Baca Juga: Paguyuban Lansia Sehat PMI Kota Semarang Kompak Berkebaya Rayakan Hari Kartini 2026